Aksi Bom Bunuh Diri Gemparkan Perayaan Hari Palma di Gereja Katedral Makassar

325
SHARES
2.5k
VIEWS

Hari ini, umat Kristen saat ini di seluruh dunia sedang memulai Minggu Palma, tanda bahwa sedang memasuki Masa Pekan Suci. Namun di Makassar dirusak oleh aksi bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar. Aksi keji tersebut terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulsel ketika umat sedang jeda setelah melakukan misa.

Jakarta, 28 Maret 2021 – Kepolisian mengatakan pelaku ledakan bom di depan Gereja Katedral Makassar diduga berjumlah dua orang dan kepolisian juga mengatakan menjamin keamanan masyarakat, khususnya dalam perayaan Paskah, menyusul ledakan pada Minggu (28/03/2021). Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan kepolisian tengah menyelidiki pelaku aksi teror dan meminta agar masyarakat tidak perlu panik. “Kami sedang dalami dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dan untuk masyarakat tidak usah terlalu panik, kami sedang dalami pelakunya,” kata Listyo Sigit.

Sejauh ini korban luka, termasuk petugas gereja dan jemaat berjumlah 14 orang. Sementara potongan jenazah pengebom bunuh diri masih diselidiki identitasnya. Sedangkan Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Argo Yuwono mengatakan bahwa ada dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor matik. Dari informasi di lapangan, ditemukan kendaraan yang sudah hancur. Ada beberapa potongan tubuh, yang akan jadi bagian untuk meyakinkan penyidik.”Akan kami cek apakah potongan tubuh itu dari dua atau satu pelaku. Jenis kelamin juga belum bisa dikonfirmasi, kami masih menunggu tim dokter kepolisian,” ujar Argo.

Argo juga mengatakan kepolisian menjamin keamanan peringatan wafatnya Isa Almasih pada Jumat (2/4/2021) serta perayaan Paskah pada pekan depan tanggal 4 April 2021. Selain itu kepolisian juga belum dapat mengkofirmasi apakah ledakan yang terjadi dipicu bom dengan daya ledak tinggi atau rendah. Argo berkata, pengumpulan alat bukti dan olah tempat kejadian perkara (TKP) masih dilakukan. Sementara itu, Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Polisi Merdisyam mengatakan pemboman itu diduga bom bunuh diri namun belum dapat memastikan apakah pelaku yang tewas terkait dengan jejaring teror yang mana. “Kami sedang melakukan pendalaman dengan Densus 88,” ujar Merdisyam di sekitar Gereja Katedral Makassar.

Merdisyam berkata, korban luka-luka yang dilarikan ke rumah sakit berjumlah sembilan orang, lima merupakan petugas dan pengurus gereja sedangkan empat lainnya adalah umat. Setelah ledakan ini, personel Gegana dan Brimob Polda Sulsel dikerahkan untuk melakukan pengamanan di sekitar gereja. Tiga akses jalan di sekitar gereja ditutup. Untuk diketahui, Gereja Katedral Makassar setelah berganti nama dari Gereja Katedral Ujung Pandang, memiliki nama resmi Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus. Ini adalah gedung gereja tertua di kota Makassar dan di seluruh wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara. 

Lalu Apa Itu Minggu Palma?

Minggu Palma adalah hari peringatan dalam liturgi gereja Kristen yang selalu jatuh pada hari Minggu sebelum Paskah. Perayaan ini merujuk kepada peristiwa yang dicatat pada empat Injil, yaitu Markus 11:1-11, Matius 21:1-11, Lukas 19:28-44 dan Yohanes 12:12-19. Dalam perayaan ini dikenang peristiwa masuknya Yesus ke kota Yerusalem sebelum Ia disalibkan.

Masuknya Yesus Kristus ke kota suci Yerusalem adalah hal yang istimewa, sebab terjadinya sebelum Yesus mati dan bangkit dari kematian. Itulah sebabnya Minggu Palma disebut pembuka pekan suci, yang berfokus pada pekan terakhir Yesus di kota Yerusalem. Dalam liturgi Minggu Palma, umat dibagikan daun palem dan ruang gereja dipenuhi ornamen palem.

Simbol Palem Dalam Minggu Palma

Daun palem adalah simbol dari kemenangan. Daun palem ini membawa arti ke arah simbol Kristen. Daun palem digunakan untuk menyatakan kemenangan martir atas kematian. Martir sering digambarkan dengan daun palem di antara tempat atau tambahan untuk instrumen dari kesyahidan. Kristus kerap kali menunjukkan hubungan daun palem sebagai simbol kemenangan atas dosa dan kematian. Lebih jelas lagi, hal itu diasosiasikan dengan kejayaan-Nya memasuki Yerusalem, (Yohanes 12:12-13). Daun palem memiliki warna hijau, hijau adalah warna dari tumbuh-tumbuhan dan musim semi.

Oleh karena itu simbol kemenangan dari musim semi atas musim salju atau kehidupan atas kematian, menjadi sebuah campuran dari kuning dan biru itu juga melambangkan amal dan registrasi dari pek